Belajar Penggunaan ICD 10

ICD 10 singkatan dari International Statistical Classification of Disease and Related Health Problems Tenth Revision (Klasifikasi Statistik Internasional tentang Penyakit dan masalah Kesehatan Revisi 10).

Klasifikasi penyakit dapat didefinisikan sebagai suatu sistem penggolongan (kategori) dimana kesatuan penyakit disusun berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. ICD mempunyai tujuan untuk mendapatkan rekaman sistematik, melakukan analisa, interpretasi serta membandingkan data morbiditas dan mortalitas dari negara yang berbeda atau antar wilayah dan pada waktu yang berbeda. ICD digunakan untuk menterjemahkan diagnosa penyakit dan masalah kesehatan dari kata-kata menjadi kode alfanumerik yang akan memudahkan penyimpanan, mendapatkan data kembali dan analisa data.

Struktur dasar dan Prinsip Klasifikasi ICD

Ciri utama pada ICD-10 adalah koding alfanumerik, berupa satu huruf yang diikuti dengan 3 angka untuk tingkatan 4 karakter.

ICD 10 berisi pedoman untuk merekam dan memberi kode penyakit, dan disajikan dalam 3 buku, yaitu :

Volume I  TABULAR LIST (List Tabulasi)

-          Laporan Konferensi Internasional untuk revisi 10

-          Klasifikasi tersebut pada tiga dan empat – karakter level

-          Klasifikasi dari morfologi dan neoplasma

-          List Tabulasi khusus untuk mortalitas dan morbiditas, definisi dan ketentuan nomenklatur.

Volume II  BUKU PETUNJUK (INSTRUCTION MANUAL)

-          Pengenalan

-          Penjelasan

-          Bagaimana menggunakan ICD

-          Sertifikat Kesehatan dan Peraturannya

-          Presentasi Data

-          Sejarah Perubahan ICD

Volume III

-          Indeks Penyakit

-          Indeks Penyebab Luar

-          Indeks Obat-obatan

Volume ini memuat seluruh indeks, juga termasuk indeks untuk list tabulasi untuk 4 karakter sub kategori yang ada pada volume I.

-          Buku I  berisi klasifikasi utama yang terdiri dari 22 bab

-          Buku II berisikan tentang petunjuk penggunaan ICD

-          Buku III berisikan indeks alphabet klasifikasi.

 

PEMBAGIAN ICD-10 MENURUT BAB

BAB   KODE   PENYAKIT

I         A00 – B99     INFEKSI DAN PARASIT

II       C00 – C99     NEOPLASMA GANAS

D00 – D48     NEOPLASMA IN SITU DAN JINAK

III      D50 – D89     PENYAKIT DARAH DAN ALAT PEMBUAT DARAH, MEKANISME IMUN

IV       E00 – E90     PENYAKIT ENDOKRIN, NUTRISI DAN METABOLIK

V        F00 – F99     GANGGUAN JIWA DAN PERILAKU

VI      G00 – G99     PENYAKIT SUSUNAN SYARAF

VII     H00 – H59     PENYAKIT MATA DAN ADNEXA

VIII    H60 – H95     PENYAKIT TELINGA DAN PROSES MASTOID

IX      I00 – I99       PENYAKIT PEMBULUH DARAH

X       J00 – J99       PENYAKIT SALURAN NAFAS

XI      K00 – K93      PENYAKIT SALURAN CERNA

XII     L00 – L99      PENYAKIT KULIT DAN JARINGAN BAWAH KULIT

XIII   M00 – M99     PENYAKIT OTOT DAN JARINGAN IKAT

XIV    N00 – N99     PENYAKIT SISTEM KEMIH KELAMIN

XV     O00 – O99     KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS

XVI    P00 – P96      KONDISI TERTENTU BERAWAL DARI MASA PERINATAL

XVII  Q00 – Q99     MALFORMASI BAWAAN, DEFORMASI DAN ABNORMALITAS KROMOSOM

XVIII R00 – R99     GEJALA, TANDA DAN HASIL PEMERIKSAAN KLINIS DAN LABORATORIK ABNORMAL

XIX   S00 – T98      CEDERA, KERACUNAN DAN FAKTOR EXTERNAL

XX    V01 – Y98       PENYAKIT DAN KEMATIAN AKIBAT FAKTOR EXTERNAL

XXI   Z00 – Z99       FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA STATUS KESEHATAN DAN KONTAK DENGAN FASILITAS

PELAYANAN KESEHATAN

XXII  U00-U99        KODE UNTUK PENGGUNAAN KHUSUS

Setiap Bab memiliki beberapa Blok dan setiap Blok memiliki beberapa kategori.

Ciri dari ICD 10 adalah dimulai dengan sebuah Abjad dan diikuti dua  angka, lalu titik dan diikuti lagi dengan satu angka (pada beberapa kategori ditambah satu angka lagi diakhir sehingga setelah titik diiukuti dua angka).

Dasar menentukan kode

Indeks alfabet berisi beberapa istilah yang tidak termasuk dalam buku I, untuk menentukan kode diperlukan index dan kemudian dicari pada Buku I.

Lambang dan Singkatan yang digunakan

Dagger † dan Asterisk *

Kode primer untuk penyebab penyakit diberi tanda dagger dan kode tambahan untuk manifestasi diberi kode asterisk. Tanda dagger pada ICD merupakan kode primer dan harus selalu digunakan, sedangkan tanda asterisk adalah kode tambahan bila metode alternatif presentasi juga dibutuhkan. Untuk koding , tanda asterisk tidak pernah digunakan tersendiri.

Misalnya Cataract Diabetic : E14.3†H28.0*

Tanda kurung/Parentheses ( )

 

-          Untuk membatasi kata supplemen setelah suatu istilah diagnostik tanpa mempengaruhi nomor kode kata diluar tanda kurung,

misalnya pada Hypertension (accelerated) (benign) (primary) (systemic),

menunjukkan bahwa I10 adalah nomor kode untuk kata Hypertension atau bila ditentukan beberapa atau beberapa kombinasi kata pada tanda kurung.

-          Sedangkan pada buku jilid 1

tanda kurung digunakan untuk membatasi kode lokasi rujukan,

misal N20 Calculus of kidney and ureter, excludes: with hydronephrosis (N13.2).

-          tanda kurung pada judul blok untuk membatasi kode kategori 3 karakter yang termasuk dalam blok, misal Renal failure (N17-N19).

-          untuk membatasi kode dagger pada suatu kategori asterisk atau kode asterisk setelah term dagger, misal A17† Tuberculous meningitis (G01*)

Square brackets [ ]

-          Untuk membatasi sinonim kata alternatif atau kalimat keterangan,

Misal     B01 Varicella [chickenpox]

B02 Zoster [herpes zoster]

-          untuk merujuk ke catatan sebelumnya,

misal C00.8 Overlapping lesion of lip [see note 5 on page 182]

-          untuk merujuk ke pernyataan sebelumnya

misal E10 Insulin-dependent diabetes mellitus [See page 277 for subdivisions]

Titik dua   :

-          Tanda ini digunakan untuk menjelaskan bahwa kata didepannya baru lengkap bila ditambah dengan kata dibelakangnya.

Contoh pada K36 Other Appendicitis

Appendicitis :

. Chronic

. Recurrent

Tanda kurung kurawa/Brace    { }

-          Untuk menyatakan bahwa kata yang didepannya atau dibelakangnya tidak lengkap tanpa adanya masing-masing.

NOS = Not Otherwise Spesified

-          Artinya tidak diberikan sebutan apapun atau yang tak ditentukan

NEC = Not Elsewhere Classified

-          Artinya tak diklasifikasikan ditempat lain

Beberapa petunjuk umum menggunakan ICD 10 :

-          Identifikasi semua pernyataan yang akan dikode, cari pada indeks alphabet

-          Cari letak lead term, baca dan ikuti petunjuk pada lead term

-          Setiap istilah dalam tanda kurung sesudah lead term tidak mempengaruhi nomor kode

-          Setiap istilah yang terletak indentasi dibawah lead term dapat mempengaruhi kode

-          Ikuti setiap rujukan silang (“see dan see also”).

-          Rujuk ke daftar tabular untuk verifikasi kecocokan kode

-          Baca tuntunan setiap inclusion atau exclusion term dibawah kode yang dipilih atau dibawah bab,blok atau judul kategori.

-          Tentukan kode dengan memperhatikan peraturan seleksi penyebab atau kondisi.

 

Pedoman Pemberian Kode Kondisi Utama dan Kondisi Lain

Kondisi yang digunakan bagi analisa morbiditas kondisi tunggal adalah kondisi utama yang ditangani atau diperiksa selama episoda perawatan yang relevan. Kondisi utama didefinisikan sebagai kondisi, diagnosa pada akhir episoda perawatan, yang bertanggung jawab primer atas kebutuhan pasien akan perawatan atau pemeriksaan. Jika didapatkan lebih dari satu kondisi seperti, dipilih yang lebih bertanggung jawab atas penggunaan resources yang terbesar. Bila tidak dibuat diagnosa, gejala utama, temuan abnormal atau masalah harus dipilih sebagai kondisi utama.

Kondisi Utama dan kondisi lain yang relevan bagi suatu episode perawatan harus dicatat oleh praktisi rawat kesehatan, dan pemberian kode yang terbuka, karena kondisi utama yang dinyatakan harus diterima bagi pemberian kode dan pengolahan data kecuali hal itu jelas bahwa pedoman yang diberikan  sudah tidak diikuti.

Dokter yang bertanggung jawab dalam perawatan menunjuk kondisi utama untuk dikode, hal ini biasa diterima. Tetapi pada keadaan tertentu atau adanya informasi lain yang dapat menunjukkan bahwa dokter sudah tidak mengikuti prosedur yang benar. Jika tidak mungkin mendapatkan penjelasan dari dokter yang merawat, salah satu dari peraturan berikut dapat diberlakukan dan kondisi utama diseleksi kembali (reseleksi)

Pedoman Reseleksi

Peraturan MB1.

Kondisi minor dicatat sebagai kondisi utama, kondisi yang lebih bermakna dicatat sebagai kondisi lain.

Pada suatu kondisi minor atau kondisi yang telah berjalan lama, atau suatu masalah yang insidentil dicatat sebagai kondisi utama dan suatu kondisi yang lebih berarti, relevan bagi perawatan yang diberikan dan/atau spesialisasi dicatat sebagai kondisi lain, reseleksi yang terakhir dipilih sebagai kondisi utama.

Peraturan MB2.

Beberapa kondisi yang dicatat sebagai kondisi utama

Jika beberapa kondisi yang tidak dapat dikode bersama dicatat sebagai kondisi utama dan detil lain pada catatan menunjukkan pada satu dari kondisi tersebut sebagai kondisi utama bagi perawatan pasien, dipilih kondisi itu. Jika tidak, pilih kondisi yang telah disebutkan pertama.

Peraturan MB3.

Kondisi  yang  dicatat  sebagai  kondisi  utama  meng- gambarkan gejala yang timbul dari diagnosa, kondisi yang ditangani

Jika suatu gejala atau tanda (diklasifikasi pada bab XVIII) atau suatu masalah yang dapat diklasifikasi untuk bab XXI, dicatat sebagai kondisi utama dan hal ini jelas memberikan tanda, gejala atau masalah kondisi yang didiagnosa dicatat ditempat lain dan perawatan diberikan untuk kondisi yang terakhir, reseleksi kondisi yang didiagnosa sebagai kondisi utama.

Peraturan MB4.

Spesifisitas

Dimana diagnosa dicatat sebagai kondisi utama yang menggambarkan suatu kondisi dalam istilah umum dan suatu istilah yang memberikan informasi yang lebih tepat mengenai tempat atau sifat dasar kondisi dicatat ditempat lain, reseleksi yang terakhir ini sebagai kondisi utama.

Peraturan MB5.

Alternatif diagnosa-diagnosa utama

Dimana suatu gejala atau tanda dicatat sebagai kondisi utama yang karena satu kondisi atau kondisi yang lain, dipilih gejala tersebut sebagai kondisi utama. Pada keadaan dua kondisi atau lebih dicatat sebagai pilihan diagnosa bagi kondisi utama, seleksi kondisi yang pertama dicatat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: